Lampung Barat – Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri mengajak masyarakat Lampung khususnya masyarakat Bandar Negeri Suoh (BNS) dan Suoh untuk tetap damai, rukun, tidak mudah terhasut serta tidak anarkis dalam menyikapi konflik antara manusia dengan satwa liar yaitu harimau serta gajah liar belakangan ini.
Demikian disampaikan Mukhlis Basri saat menggelar sosialisasi 4 pilar MPR RI di halaman kediaman Peratin Gunung Ratu Kecamatan BNS, Lampung Barat, Minggu (17/3). Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 200 masyarakat itu dihadiri juga oleh Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharom S.H.S.I.K, Camat BNS Mandala Harto, Kapolsek, Babinsa, dan peratin/kepala desa se-Kecamatan BNS.
“Sosialisasi 4 Pilar yang terdiri dari, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika telah dibuktikan oleh masyarakat BNS dalam pelaksaaan tahapan sampai hari pemungutan suara pileg dan pilpres 2024 yang berjalan dengan kondusif. Masyarakat sudah menggunakan hak-hak politiknya di Pemilu tahun ini” ujar Mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu
Selanjutnya Mukhlis Basri mengatakan, peristiwa yang terjadi di BNS dan Suoh beberapa hari lalu, merupakan bentuk spontanitas, kekecewaan dan kekesalan masyarakat akibat tidak selesainya konflik dengan satwa liar ini tak kunjung selesai. Untuk itu dia meminta agar masyarakat BNS dan Suoh bisa bersabar dengan tidak meluapkan emosi dengan tindakan anarkis. Dia juga meyakini masyarakat setempat tidak pernah melawan pemerintah dan instansi lain.
“Saya yakin, masyarakat Bandar Negeri Suoh adalah masyarakat yang cinta damai dan menjunjung nilai-nilai Pancasila. Masyarakat disini selalu mengedepankan musyawarah dan gotong royong dalam kehidupan sehari hari,” terangnya.
Dikatakannya juga, upaya yang dilakukan tim gabungan dalam mengatasi harimau selama ini sudah maksimal. ” Dari jajaran Kodim, Polres, Pemda, Tim Relawan dan Pawang sudah berupaya semaksimal mungkin dengan memasang jerat atau usaha lain untuk mengatasi masalah konflik ini”, tambah Mukhlis Basri.
Menurut Mukhlis, konflik satwa liar dan manusia di BNS dan Suoh merupakan masalah yang tak kunjung usai. “Belum selesai masalah gajah, sekarang kita menghadapi konflik dengan harimau yang menerkam dua korban,” jelas Mukhlis Basri.
“Saya merasakan kepedihan mendalam akibat konflik ini. Kita semua mengetahui masalah ini meresahkan seluruh warga disini,” kata dia.
Dia menyadari, saat ini banyak faktor melatarbelakangi konflik satwa liar dan manusia di BNS dan Suoh. “Wilayah kebun kita saat ini memang berbatasan langsung dengan TNBBS atau tempat tinggal hewan buas,” tutur dia.
“Masalah tak kunjung usai karena habitat mereka kita ganggu dengan membuka sebagian lahan yang harusnya tidak dijadikan lahan tempat warga, dan masih terjadinya perburuan liar terhadap satwa-satwa liar tersebut” sambung politisi PDIP itu.
Pada momen itu, dia juga membuka suara terkait pengrusakan kantor Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh. Dia meminta agar Polres Lampung Barat dalam menetapkan tersangka harus berdasarkan undang-undang.
“Dalam penetapan tersangka semua warga tidak perlu merasa resah karena itu semua adalah proses hukum yang memang harus dilaksanakan oleh Polres Lampung Barat,” kata dia.
“Karena yang kita ketahui masyarakat BNS Suoh cinta damai dan tidak akan melawan pemerintah,” lanjut Mukhlis
Di tempat yang sama, Kapolres AKBP Ryky mengapresiasi kunjungan Mukhlis Basri ke BNS dan Suoh. Menurutnya, kunjungan wakil rakyat tersebut dapat meredakan situasi yang saat ini kurang kondusif di BNS dan Suoh.
“Saya menyambut baik kehadiran Bapak Mukhlis Basri ke Suoh. Harapannya hal ini dapat meredakan situasi yang kurang kondusif. Harapan kita semoga Suoh dapat menjadi kawasan wisata eksotik yang kondusif seperti dulu lagi,” ujar Kapolres AKBP Ryky Widya Muharam.
Sebelum kegiatan Sosialiasi 4 Pilar MPR RI tersebut, Mukhlis Basri bersilaturahmi dengan 150 warga di Balai Rakyat Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh serta mengunjungi keluarga-keluarga korban akibat serangan harimau itu. Diketahui, Lebih dari sebulan konflik dimana 2 tewas, 1 luka diserang harimau yg buat kekhawatiran di masyarakat akan aktifitas berkebun dan berladang dari serangan harimau atau gajah. (*).












