Bandar Lampung, Sekretaris Degan Ijo, Hi Suhono menilai dukungan PAN kepada Ir H Ganjar Pranowo, M.IP sebagai Bakal Calon Presiden tahun 2024 membuktikan Elite partai waras.
“Ganjar adalah pemimpin yang “waras” lahir dan batin. Waras saat tampil di ruang publik, waras ketika muncul di media sosial dan waras menjalankan tugas menghadapi berbagai persoalan di kehidupan nyata, tentu saja yang mendukung berpikiran waras juga,” jelas Suhono, Minggu (4/12).
Ayo kita cerahkan masyarakat bersama Ganjar Pranowo untuk memilih pemimpin yang waras, politisi yang waras, legislatif yang waras termasuk memilih Capres dan Cawapres yang waras.
“Pak Ganjar itu diruang publik merakyat. Komunikasinya cair tidak hanya di dunia digital tapi komunikasi dengan semua lapisan masyarakat, itu memang keluar dari pribadinya,” terang mantan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung.
Dia berharap keputusan PAN mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres dapat diikuti oleh partainya Gubernur Jawa Tengah itu.
“Mendukung Ganjar otomatis mengangkat suara partai yang dikenal efek ekor jas,” papar pria low profile ini.
Meski demikian dia meyakini, keturunan bung Karno hanya berlaku terkait kepemimpinan di PDI-P bukan soal Capres.
“Buktinya Pilpres 2014, Megawati Soekarnoputri menyerahkan Capres kepada Joko Widodo, terbukti “efek ekor jas” memenangkan PDI-P dan Pilpres dua kali berturut-turut,” ungkapnya.
Apalagi lanjut dia, Presiden Jokowi memberi signal kuat
mendukung Capres yang berambut putih seperti dikatakannya saat bertemu Relawan Nusantara di GBK.
“Pilihlah pemimpin yang banyak kerutan di wajahnya karena memikirkan rakyat. Ada juga yang memikirkan rakyat sampai rambutnya putih semua,” kata Presiden Jokowi di depan ribuan Relawan Nusantara beberapa hari lalu.
Hal demikian kata Suhono, sangat bisa dipahami dari tiga nama bakal Capres hanya Ganjar Pranowo yang terwakili oleh kata kunci tersebut.
“Sejak dulu, selain akrab dengan politik santun, Ganjar Pranowo identik dengan politisi berambut putih, yang melengkapi ciri-ciri performa fisik kader PDI-P itu,” paparnya.
Selain itu, saya kira Presiden Jokowi dengan latar belakang Jawanya akan cenderung memberikan “dukungan politik secara simbolik” kepada Capres yang ia sukai.
“Dari sejarah kita belajar bagaimana pembangunan negara ini lahir dari spirit rakyat. Marhaenis istilah yang diwariskan Bung Karno agar kita jangan sampai meninggalkan rakyat,” imbuhnya lagi. (D1).












