Gubernur Gaspol Kejar 98% Jalan Mantap

Tak Hanya Bangun, Lampung Mulai Era “Jaga Jalan”

Lampung Tengah — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sekaligus memperkuat strategi perawatan berkelanjutan demi mewujudkan target ambisius: 98 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap di Lampung Tengah pada akhir 2026.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meninjau langsung progres pembangunan ruas Kalirejo–Bangun Rejo, Jumat (3/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas tinggi dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Tahun 2026 ini kita mulai lebih cepat. Bulan April sudah berjalan, ini adalah harapan masyarakat Lampung selama ini,” ujar Mirza.

Tak sekadar membangun, Pemprov Lampung kini mengusung pendekatan baru bertajuk “Jaga Jalan”, yakni menjaga kualitas jalan agar tetap awet dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

TERINTEGRASI & STRATEGIS

Pembangunan dilakukan secara terintegrasi di sejumlah ruas vital yang menopang aktivitas ekonomi warga, seperti Kalirejo–Padang Ratu, Bangun Rejo–Wates, hingga Kalirejo–Pringsewu.

Tiga proyek utama yang tengah dikebut pada 2026 meliputi:

Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang 5,53 km (Rp57,75 miliar)

Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 3,5 km (Rp38,39 miliar)

Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 6,5 km (Rp66,69 miliar)

Seluruhnya menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) untuk menghadapi tingginya beban lalu lintas, termasuk kendaraan berat.

TARGET MELONJAK

Mirza menyebut, pada 2025 tingkat kemantapan jalan provinsi berada di angka 75 persen. Tahun ini, Pemprov menargetkan pembangunan hampir 200 kilometer jalan guna mendorong capaian hingga 86 persen secara provinsi.

Khusus Lampung Tengah, capaian saat ini telah mencapai 89 persen.

“Kita targetkan akhir 2026 mencapai 98 persen jalan mantap di Lampung Tengah,” tegasnya.

TIGA MUSUH JALAN

Gubernur mengingatkan, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan: drainase buruk, kendaraan overloading, dan kualitas konstruksi.

“Kalau tiga ini tidak dijaga, jalan akan cepat rusak,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, mulai dari uji laboratorium material hingga pengendalian beban kendaraan di lapangan. Selain itu, masyarakat juga diminta ikut menjaga saluran air dan tidak merusak fasilitas jalan.

BANGUN EKONOMI, BUKA AKSES

Menurut Mirza, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi penggerak ekonomi dan mobilitas sosial masyarakat.

“Mari kita bangun sekaligus kita jaga. Jalan yang baik membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial,” katanya.

Dengan strategi “bangun dan jaga” ini, Lampung menapaki babak baru pembangunan infrastruktur: tak hanya cepat dibangun, tetapi juga tahan lama dan berkelanjutan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *