BARCELONA, SPANYOL — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menegaskan peran strategis Indonesia dalam inovasi jaringan global dengan menampilkan panggilan 5G berbasis kecerdasan artifisial (AI) pertama di Asia Tenggara pada ajang Mobile World Congress 2026 (MWC) di Barcelona, Senin (2/3/2026).
Uji coba tersebut menghadirkan teknologi AI-RAN yang dapat ditingkatkan skalanya bersama Nokia dan NVIDIA. Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana AI dan network intelligence bekerja berdampingan, memungkinkan instruksi suara, data, hingga video dikirim secara real-time lintas negara dengan latensi rendah dan keamanan tinggi.
Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan manfaat digitalisasi dan AI bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Pencapaian ini tidak hanya membuktikan bahwa teknologi ini berfungsi, tetapi juga memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI. Komitmen kami sederhana; tidak seorang pun boleh tertinggal,” ujar Vikram.
Melalui AI-RAN, Indosat mengintegrasikan kemampuan AI langsung ke dalam jaringan agar lebih cepat, cerdas, dan responsif. Teknologi ini meminimalkan latensi, meningkatkan efisiensi energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, sehingga jaringan bukan hanya menjadi saluran komunikasi, tetapi juga platform inovasi.
Implementasi tersebut membuka peluang luas di berbagai sektor. Petani dapat mengakses perangkat pertanian cerdas secara langsung, tenaga kesehatan memanfaatkan diagnostik berbasis AI, dan guru mempersonalisasikan proses pembelajaran meski berada di wilayah terpencil.
Chief Technology and AI Officer Nokia, Pallavi Mahajan, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak penting bagi transformasi jaringan berbasis AI.
“Panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara ini menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika para inovator terdepan berfokus menghadirkan konektivitas yang semakin cerdas. IOH, NVIDIA, dan Nokia tengah membentuk ulang cara jaringan beroperasi sekaligus mempercepat ambisi digital Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Vice President NVIDIA, Ronnie Vasishta, menilai AI-RAN sebagai platform distribusi kecerdasan yang akan memperkuat ekosistem nasional.
“Visi Indosat untuk mendorong inovasi lokal, yang didukung perangkat lunak 5G Nokia dan komputasi terakselerasi NVIDIA, sedang membentuk blueprint pembangunan jaringan untuk memperkuat ekosistem nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan talenta lokal,” katanya.
Ke depan, Indosat berencana menggelar empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia sebagai tahap transisi dari uji coba menuju operasional penuh. Langkah ini akan memperkuat kualitas layanan, network intelligence, serta mendorong pertumbuhan aplikasi berbasis AI secara nasional.
Di sisi lain, Indosat juga memperkuat pengembangan talenta melalui AI-RAN Research Center di Surabaya yang dikembangkan bersama Nokia dan NVIDIA. Program ini dirancang untuk memberdayakan para insinyur lokal melalui pembelajaran immersive di laboratorium inovasi global, memastikan talenta Indonesia menjadi motor utama kemajuan AI nasional.
Dengan inovasi ini, Indosat menegaskan ambisinya membangun ekosistem AI yang inklusif, tangguh, dan berdaulat. Tidak sekadar menghubungkan perangkat, perusahaan telekomunikasi tersebut ingin menghubungkan peluang, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memastikan masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam era AI global. (*).












