Agung Zawil Kembali Nahkodai GP Ansor Bandarlampung

Bandarlampung – Agung Zawil Afkar Al-Muhtad kembali dipercaya untuk memimpin kembali GP Ansor Bandarlampung. Politisi PKB itu terpilih dalam konferensi cabang (Konfecab) VI GP Ansor Bandarlampung, Minggu (27/11).

Kegiatan yang dibuka berlangsung di Pondok Pesantren An-Nizar, Kecamatan Bumi Waras Kota Bandarlampung itu dibuka secara Resmi oleh Sekertaris PW GP Ansor Provinsi Lampung Budi Hadi Yunanto, S.H.

Hadi dalam konfercab, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana yang diwakilkan oleh Kaban Kesbangpol, Drs. H. Seraden Nihan, Kapolresta Bandar Lampung yang diwakilkan oleh Polsek TBS, Dandim 0410 Bandarlampung yang diwakilkan oleh Danramil TBS.

Kemudian, seluruh Pengurus PAC Ansor se-Kota Bandar Lampung, Banom-baonum NU, OKP Lintas Agama, Kiyai Khabibul Muttaqin impinan pon-pes Nashihuddin Kemiling, Gus Rodhi Nikmat, M.Sos, Dewan Penasehat GP Ansor B. Lampung, dan K.H Mas Ahmad Badruzzaman, Selaku Tuan Rumah sekaligus Pengasuh Pon-Pes An-Nizar Kec. Bumi waras Kota Bandarlampung.

Dalam sambutannya, Eva Dwiana yang diwakilkan Seraden Nihan mengapresiasi keberadaan GP Ansor Bandarlampung yang sudah banyak memberikan Kontribusi Nyata untuk Negeri ini, khususnya di Bumi Kota Bandarlampung, dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat baik dalam hal Keagamaan, Sosial, atau Diskusi-diskusi Lintas Agama.

“Harapannya ke depan, tentu banyak hal baru yang menjadi tantangan GP Ansor sebagai Pemuda, maka diharapkan Sinergitas antara GP Ansor dengan Pemkot Bandar Lampung agar bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Ketua terpilih GP Ansor Bandarlampung, Agung Zawil berpesan kepada semua Pengurus PC, maupun PAC untuk menata Organisasi, dan melakukan Konsolidasi Organisasi, dengan membentuk Ranting-ranting di semua tingkatan PAC se-Kota Bandarlampung, dengan cara Gebrekan, atau bareng-bareng dengan semua PAC yang ada.

“Saya ingin kader GP Ansor Bandarlampung di semua tingkatan tetap terus menjadi kader yang militan dan aktif, kader yang siap bela ulama, agama, bangsa dan negera. Kader yang siap mengawal, menjaga dan merawat tradisi-tradisi Aswaja ala NU,” pungkasnya. (D1)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *