Sosialisasi IPWK di Sepang Jaya, Wiwik Ingatkan Masyarakat Bijak Bermedsos

Bandar Lampung, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan Hj Wiwik Anggraini, SH menggelar Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Minggu (2/4).

Kegiatan yang dimulai pukul 8.00 Wib tersebut menghadirkan nara sumber Dosen Universitas Lampung Widya Rizky Putri, MS, A.K dan Ustad Hi Suparman Abdul Karim. Turut hadir Lurah Sepang Jaya, Babinsa, Kamtibmas dan PAC PDI-P Labuhan Ratu beserta Ketua Ranting se Labuhan Ratu.

Dalam sambutannya Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dua periode ini mengingatkan masyarakat agar bijak bermedia sosial (bermedsos).

“Jangan percaya begitu saja berita yang kita dapat dari media sosial atau hape. Kita harus cek kebenarannya karena berita yang tidak baik apalagi menyesatkan alias hoax dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ulas Wakil Ketua DPC PDI-P Kota Bandar Lampung.

Wiwik melanjutkan, Sosialisasi IPWK adalah program DPRD Kota Bandar Lampung setiap tahun.

“Dimana setiap Anggota DPRD Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan IPWK di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing,” ujar wanita yang bertempat tinggal di Sepang Jaya.

Ini menunjukkan betapa pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Diharapkan masyarakat dapat mengamalkan Pancasila dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kehidupan bermasyarakat dapat dijalani dengan harmonis,” imbuh wanita murah senyum ini.

Sementara itu nara sumber dosen Universitas Lampung Widya Rizky Putri, MS, AK mengungkapkan bersyukurlah bangsa Indonesia memiliki ideologi Pancasila.

“Selain Pancasila mempersatukan bangsa, Pancasila juga menjamin kebebasan beragama setiap warga negaranya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya,” papar Widya yang juga dosen di Universitas Darmajaya.

Widya berharap masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila dapat menjadi filter masuknya budaya asing yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,’ katanya.

Nara sumber lainnya Ustadz Suparman Abdul Karim mengajak masyarakat untuk menghindari mabuk agama.

“Mengaku Islam tapi menyebar ancaman, merasa paling benar. Sesungguhnya inilah yang telah memfitnah Allah SWT,” ujar Ustadz Suparman yang mengaku baru pulang ceramah di NTB dan NTT.

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam mari kita tunjukkan ke dunia bahwa agama Islam itu indah.

“Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin. Sebagai muslim mayoritas kita mengayomi minoritas. Itulah implementasi Pancasila menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *