Oleh
Ahmad Huzaini
Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan HAM
Pengda TP Sriwijaya Provinsi Lampung
Sebenarnya tidak ada masalah pandangan politik bangsa Indonesia seperti apa. Yang harus kita pahami bersama, dunia saat ini sedang bermain politik di negara yang kita cintai ini.
Lolosnya tim U20 Israel merupakan suatu tantangan bagi bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.
Politik dan olahraga merupakan suatu hal yang berbeda, mungkin di zaman dahulu mereka akan mempunyai prinsip yang kuat dalam hal menerima dan menolak untuk berpartisipasi.
Dunia saat ini dalam kondisi saling mendikte, dikarenakan bangkitnya kekuatan 2 negara Tiongkok dan Rusia.
Jatuhnya Amerika dibawah pimpinan saat ini menjadi ajang bagi negara-negara besar yang ingin menjadi Polisi Dunia atau Negara Super Power dimasa yang akan datang.
Nato dengan statemennya ingin menangkap Presiden Vladimer Putin sebagai penjahat perang akibat perang Rusia vs Ukraina hinga saat ini tidak dapat berbuat apa2.
Indonesia sebagai tuan rumah U20, cukup menjalankan kewajibannya yang sudah diberikan oleh FIFA.
Sebagai tuan rumah, Indonesia bertanggung jawab penuh dalam hal pelayanan, kenyamanan, dan keamanan semua tamu Tim U20.
Sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia dengan menjamin semua pelayanan, kenyamanan dan keamanan tersebut.
Dan sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa Indonesia tidak bisa didikte oleh siapapun.
Bangsa Indonesia menjunjung tinggi Perdamaian Dunia, hal ini dapat kita buktikan sebagai tuan rumah dalam turnamen dunia U20.
Lawan Proxy War dengan kekuatan persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa Indonesia, sehingga harapan menuju Perdamaian Dunia dapat kita capai bersama dan negara-negara lain akan lebih hormat dan menghargai bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar yang berdiri dengan ideologi bangsanya ideologi Pancasila.
Perbedaan pandangan merupakan sesuatu hal yang wajar, akan tetapi sebagai bangsa yang berdaulat dan sebagai bangsa yang besar komitmen Perdamaian Dunia merupakan prioritas bagi bangsa Indonesia. (*).












