Bandarlampung – Anggota Bawaslu Lampung, Karno Ahmad Satarya, S.Sos.I., MH hadir sebagai Narasumber dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan TPS di lokasi khusus Pemilu Tahun 2024 yang diselenggarakan KPU Lampung, di Hotel Horison Bandarlampung, Senin-Selasa (6-7/3)
Dalam kesempatan rakor, Karno yang juga Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas menyampaikan bahwa Bawaslu dan KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang memiliki tugas kewenangan yang berbeda. Namun, kata dia, keduanya memiliki tujuan sama yakni mensukseskan Pemilu. “Untuk itu sangat penting adanya sinergitas antar penyelenggara sebagai kunci sukses tersebut,” kata dia, Selasa (7/3).
Kaitannya dengan tahapan yang saat ini sedang berlangsung yakni tahapan coklit, lanjut dia, ini cukup krusial karena berkaitan langsung dengan hak pilih warga. “Fokus kita adalah Menjaga hak pilih di seluruh negeri, ini sesuai bahasa dan makna dalam Mars Pengawas Pemilu, Pun demikian dengan KPU Lindungi Hakmu. Ini artinya perlu adanya kerjasama baik dari penyelenggara maupun dari semua elemen masyarakat,” terangnya.
Karno juga memaparkan kapada seluruh peserta rakor, bahwa selama proses Coklit hasil pengawasan menemukan beberapa trand yang menjadi kendala saat coklit, diantaranya; Aplikasi yang digunakan (E-coklit) sering terjadi down/error, Pantarlih tidak dapat menunjukkan salinan SK sebagai petugas Pantarlih, Terdapat ketidaksesuaian antara DP4 dengan alamat TPS, dan lain sebagainya.
“Untuk E-coklit tentu ini sebagai alat bantu, seyogyanya pemutakhiran secara manual masih menjadi utama untuk memastikan data pemilih akurat,” kata dia.
Karno juga sampaikan disela materi bahwa stategi Bawaslu dalam melakukan pengawasan tentu mengutamakan upaya pencegahan. “Pencegahan utama kita sudah terbitkan surat pencegahan kepada KPU terkait hal di atas. Lainnya yakni memetakan kerawanan disetiap tahapan, membuka posko aduaan masyarakat kawal hak pilih dan sebagainya,” pungkasnya. (*).












