Pendapatan Tembus Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Cloud Bidik US$100 Juta pada Akhir 2026
JAKARTA — PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan kinerja keuangan solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perusahaan tumbuh dua digit menjadi Rp45,8 triliun, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2 persen secara tahunan (*year-on-year/YoY*) menjadi Rp4,9 triliun.
Kinerja tersebut memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Di tengah penguatan bisnis konektivitas, perusahaan juga mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau *Artificial Intelligence* (AI).
Dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026), Indosat menyebut pertumbuhan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama pengembangan sumber pendapatan baru, termasuk layanan komputasi AI dan *cloud* bagi pelanggan korporasi.
Selain pertumbuhan pendapatan, EBITDA perusahaan mencapai Rp21,1 triliun. Peningkatan profitabilitas ini memberikan ruang bagi Indosat untuk melanjutkan investasi pada kualitas jaringan, pengembangan teknologi, dan perluasan ekosistem digital.
Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kekuatan bisnis inti telekomunikasi menjadi landasan penting bagi transformasi perusahaan menuju AI TechCo.
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” ujar Vikram.
Menurutnya, investasi di bidang AI mulai memberikan kontribusi bisnis yang nyata. Perusahaan juga terus membangun kemampuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global.
**ARPU NAIK, TRAFIK DATA MENGUAT**
Penguatan bisnis inti Indosat ditopang strategi *hyper-personalization* berbasis AI dan optimalisasi monetisasi jaringan 5G. Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami perilaku pelanggan dan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna.
Strategi itu mendorong rata-rata pendapatan per pengguna atau *Average Revenue Per User* (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000.
Pada saat yang sama, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dan konektivitas.
Indosat mengandalkan kombinasi pemanfaatan AI, peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas 5G untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Penguatan konektivitas tersebut menjadi penting karena kebutuhan terhadap layanan data terus berkembang, baik untuk aktivitas masyarakat maupun operasional dunia usaha.
**BISNIS AI CLOUD BIDIK US$100 JUTA**
Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat mulai memperlihatkan hasil komersial dari pengembangan solusi AI. Pendapatan Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan US$28 juta yang dibukukan selama 2025.
Perusahaan memperkirakan pendapatan tersebut dapat mencapai US$100 juta hingga akhir 2026. Proyeksi itu mencerminkan peluang pertumbuhan layanan komputasi AI dan *cloud* seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur digital.
Indosat kini mengembangkan ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
Untuk memperkuat konektivitas antarinfrastruktur, perusahaan memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan teknologi.
Indosat juga mengembangkan Zankore sebagai infrastruktur AI generasi berikutnya, dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga satu gigawatt (GW).
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam menggunakan dan mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan operasional mereka.
**GANDENG F5, PERLUAS AKSES AI KORPORASI**
Untuk mendekatkan layanan AI kepada pelanggan korporasi, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.
Solusi ini menyediakan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur.
Indosat menilai integrasi layanan menjadi salah satu faktor penting dalam mengubah investasi infrastruktur AI menjadi peluang komersial yang berkelanjutan.
Kehadiran pelanggan dari kalangan perusahaan teknologi global juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan layanan AI yang dikembangkan Indosat.
Melalui perpaduan bisnis telekomunikasi yang kuat dan pengembangan ekosistem AI, perusahaan berupaya membangun sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas kontribusi terhadap ekonomi digital Indonesia.
Vikram menegaskan, pengembangan teknologi tersebut tetap diarahkan untuk memperluas akses masyarakat dan dunia usaha terhadap teknologi modern, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan perekonomian.
Dengan pertumbuhan pendapatan dua digit, peningkatan laba bersih, serta perkembangan bisnis AI Cloud, Indosat memasuki fase transformasi dengan mengandalkan konektivitas sebagai fondasi dan kecerdasan buatan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan berikutnya. (*).












