APINDO Cetak Founder Baru, Perkuat Mesin Ekonomi Nasional

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia mendorong lahirnya lebih banyak pendiri usaha (founders) dan wirausaha muda sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17, Kamis (9/7).

Peluncuran program kewirausahaan tersebut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, jajaran pengurus APINDO, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur dan inovator yang mampu menciptakan peluang di tengah dinamika ekonomi global.

“The strongest founders are not those who avoid uncertainty, but those who learn to navigate it,” ujar Shinta.

Menurutnya, selama 17 tahun penyelenggaraannya, DSC telah berkembang dari sekadar kompetisi menjadi ekosistem pembinaan yang melahirkan wirausaha baru dengan daya saing tinggi.

Shinta mengungkapkan peran UMKM sangat vital karena menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta menyumbang lebih dari 60 persen investasi nasional. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala akses pembiayaan, pasar, dan teknologi.

Berdasarkan Survei Roadmap Perekonomian APINDO, sekitar 51 persen UMKM masih kesulitan memperoleh akses modal, lebih dari 80 persen mengandalkan pendanaan pribadi, dan hanya sekitar 9 persen yang memiliki akses memadai terhadap teknologi produksi.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai program DSC sejalan dengan konsep Corporate Business Responsibility (CBR), yakni mendorong dunia usaha menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas melalui lahirnya pengusaha-pengusaha baru.

Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk sekaligus Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO, Ronald Walla, mengatakan DSC dibangun untuk mencetak generasi entrepreneur yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaya saing. Menurutnya, penguatan akses pasar melalui Indonesia Open Network (ION) menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di berbagai daerah. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *