BANDAR LAMPUNG – Menguatnya arus informasi digital dan perubahan sosial menjadi tantangan baru bagi kehidupan berbangsa. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan bangsa tetap terjaga.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Wiwik Anggraini, saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) I Tahun 2026 di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Sabtu (4/7).
Kegiatan yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga setempat itu menjadi bagian dari upaya DPRD Kota Bandar Lampung memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Wiwik, derasnya perkembangan teknologi informasi tidak boleh menggerus semangat persatuan dan kebangsaan. Justru di tengah perubahan tersebut, masyarakat harus semakin menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
> “Pancasila harus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa,” tegas Wiwik.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung itu menambahkan, wawasan kebangsaan merupakan modal utama dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi dinamika sosial maupun kemajuan teknologi.
> “Masyarakat perlu terus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir dua narasumber, yakni mantan Anggota DPRD Lampung Palgunadi dan dosen Universitas Lampung Widya Rizki Eka Putri. Keduanya menekankan pentingnya memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Wiwik berharap masyarakat Sepang Jaya semakin memahami pentingnya menghidupkan nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan sehingga Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (*).












