Dorong Diversifikasi Pangan, Kader Diminta Turun ke Akar Rumput
LAMPUNG SELATAN — Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Jati Agung, Antonius Gunarso, menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi rakyat dan kemandirian desa.
Hal itu disampaikan Antonius saat menghadiri kunjungan Anggota DPR RI Mukhlis Basri di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (4/5). Kegiatan tersebut dikemas dalam program penguatan ketahanan pangan desa melalui pemberian bibit, penanaman tanaman pengganti beras, serta bantuan tali asih bagi warga lanjut usia.
Program penanaman komoditas alternatif tersebut disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sekaligus memperkuat diversifikasi pangan lokal.
“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Mukhlis Basri bahwa kader harus melakukan gerakan nyata dalam mendukung ketahanan pangan, yakni menanam tanaman pendamping beras. Ini juga sejalan dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader turun ke akar rumput memastikan masyarakat punya cadangan pangan sendiri,” ujar Antonius.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat melimpah dan bernilai gizi tinggi, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kebiasaan. Kalau hanya bergantung pada beras, kita rentan. Tapi kalau punya banyak pilihan pangan, kita jauh lebih kuat,” tambahnya.
Antonius juga menilai pentingnya menghidupkan kembali pola konsumsi pangan berbasis kearifan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, penguatan sektor pangan harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan tidak hanya bertumpu pada satu komoditas utama.
“Kita ingin ketahanan pangan benar-benar berdampak nyata bagi petani. Kesejahteraan petani menjadi kunci agar swasembada pangan bisa bertahan jangka panjang. Karena itu harus dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Program tersebut diharapkan menjadi contoh penguatan ketahanan pangan berbasis desa yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tani. (*).












