PLN–BPBD Canangkan Desa Siaga Bencana 2026

Panjang Selatan Diperkuat Peralatan Tanggap Darurat, Warga Pesisir Dibekali Mitigasi

Bandarlampung — PLN Unit Induk Distribusi Lampung bersama BPBD Kota Bandar Lampung menginisiasi Program Desa Siaga Bencana 2026 melalui kegiatan sosialisasi dan penyerahan bantuan peralatan tanggap darurat di Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Rabu (25/2).

Program ini menyasar wilayah pesisir dan rawan banjir sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Sebagai bentuk komitmen melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UID Lampung menyerahkan 25 unit life jacket, 10 headlamp, 5 lampu LED emergency tenaga surya, 15 ring buoy (pelampung penyelamatan), serta 1 unit pompa alkon 4 inch 5.5 HP elektrik.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, menegaskan bahwa keterlibatan PLN bukan hanya dalam penyediaan listrik, tetapi juga dalam membangun ketahanan masyarakat.

“PLN tidak hanya menghadirkan keandalan listrik, tetapi juga berkomitmen hadir untuk masyarakat dalam situasi darurat. Melalui dukungan peralatan ini, kami berharap Kelurahan Panjang Selatan semakin siap, sigap, dan tangguh menghadapi potensi bencana,” ujar Darma.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandar Lampung, Sarkoni, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana.

“Desa atau kelurahan siaga bencana bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan koordinasi yang baik. Dukungan dari PLN sangat membantu memperkuat kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal saat terjadi bencana,” ungkapnya.

Lurah Panjang Selatan, Hermawan, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

“Atas nama Kelurahan Panjang Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Lampung atas bantuan dan sosialisasi yang diberikan. Banyak ilmu yang diterima masyarakat dan pamong kelurahan, sehingga kami lebih siap mengantisipasi jika terjadi bencana. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi keselamatan warga kami,” katanya.

Program TJSL ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11.5 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, yang menargetkan pengurangan signifikan korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat bencana hingga 2030.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat dibekali pemahaman mengenai mitigasi risiko, prosedur evakuasi, serta tata cara penggunaan peralatan keselamatan. Kolaborasi antara PLN, BPBD, dan pemerintah kelurahan diharapkan mampu membentuk sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang lebih responsif dan berkelanjutan di wilayah pesisir Bandar Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *