Pererat Ukhuwah, KH Ismail Zulkarnain Gelar Halal Bihalal

Bandarlampung – Dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi sesama umat tokoh masyarakat yang juga ulama KH Ismail Zulkarnain, SH menggelar halal bi halal di kediamannya, Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Senin malam (20/5).

Menurut KH Ismail Zulkarnain, SH yang biasa disapa Abah kegiatan ini dalam upaya mempererat ukhuwah antar Kiyai dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Bandar Lampung.

“Untuk mempererat tali persaudaraan, karena kalau Kiyai ataupun ustad kompak Insya Allah suasana Kota Bandar Lampung adem dan kondusif,” ucap Abah

Abah juga mengingatkan Kiyai maupun ustad mempunyai hak untuk berpolitik. Silahkan memilih itu hak asasi mereka. Tetapi ingat, jangan membawa-bawa agama.

“Kyai dan ustad adalah pimpinan pondok pesantren jangan seperti daun salam, giliran Calon Gubernur, Calon Walikota, Calon Bupati ada perlu datang minta dukungan umat. Begitu terpilih lupa, itu namanya daun salam,” ucap Abah.

Disinggung soal icon Pilwalkot yang lagi rame, Abah sangat prihatin, wajar banyak tokoh adat marah dan wajar KPUD minta maaf karena bersalah.

“KPUD Kota Bandar Lampung sangat salah. Meskipun lucuan iconnya monyet tapi jangan pakai baju adat. Baju adat adalah simbol kebudayaan tidak pada tempatnya digunakan. Wajar jika banyak yang marah,” paparnya.

Sangat wajar kata Abah, kalau tokoh adat Lampung marah karena merasa lambang simbol adatnya dilecehkan.

“Dan sangat wajar juga KPUD Kota Bandar Lampung minta maaf karena bersalah. Outo kritik buat KPUD lain kali hati-hati,” tambah Abah lagi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *