Lampung Selatan – Anggota DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Lampung Selatan (Lamsel) untuk menjaga lingkungannya agar terhindar dari musibah banjir. Demikian disampaikan Lesty saat mengunjungi korban banjir di perumahan gatam permai bawah, Dusun Sidorejo, Desa Hajimena, Kacamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (25/2).
Menurutnya, kunjungan ini merupakan kepedulian dan keprihatinan dirinya kepada para korban banjir tersebut. Selain itu juga, lesty mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan puing-puing yang ada, agar terhindar dari bencana banjir susulan. “Kita harus hidup bersih dan menjaga lingkungan kita. Ayo bersama-sama kita jaga lingkungan kita bersama agar terhindar dari banjir,” ungkapnya.
Selanin mengunjungi korban banjir, politisi PDI-Perjuangan ini juga memberikan bantuan berupa, makanan siap saji dan air mineral. “Semoga kehadiran saya disini dapat sedikit mengobati dan menambah semangat bapak, ibu untuk tetap berjuang melewati semua ini,” ucap Lesty.
Sementara itu, Holman Syahri warga korban banjir, mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang diberikan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, menurutnya banjir ini meurpakan banjir terbesar sepanjang Sejarah. Karena terakhir kali banjir besar itu pada tahun 1985 dan terjadi lagi pada tahun 2023, berarti 38 tahun baru terjadi lagi.
Selain itu, hujan yang terjadi sejak sore hingga mala mini mengakibatkan debit air yang semakin tinggi, dan membuat air tidak tertampung di Sungai yang mengakibatkan banjir yang cukup besar.
Ia menjelaskan, tidak ada barang-barang yang bisa diselamtkan, baju, ijazah, elektronik dan lainnya semuanya kerendam banjir. “Untuk motor, bisa diselamatkan karena sudah diamankan di tempat paling tinggi. Selain itu ada Hendpone dan baju dibadan saja,” kata Holman.
Ia mengharapkan kepada pemeirntah Kabupaten Lampung Selatan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat untuk bisa bersama-sama menangani bencana banjir ini, mencarikan Solusi agar tidak terjadi banjir lanjutan. Dengan cara pengerukan atau normalisasi Sungai yang ada didekat lokasi banjir. (*).












