Deni Ribowo: Edukasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci Penanganan
BANDAR LAMPUNG — DPRD Provinsi Lampung mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan kanker. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, media, organisasi masyarakat, dan masyarakat dinilai harus bergerak bersama untuk memperluas edukasi, meningkatkan deteksi dini, serta memperkuat pendampingan bagi pasien dan keluarga.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo, S.E., mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam membangun sinergi untuk memperkuat pelayanan kesehatan.
Menurut Deni, penanganan kanker tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat harus menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan penyakit tersebut.
“Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, media, dan masyarakat merupakan langkah positif dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berorientasi pada pelayanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Edukasi dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung,” ujar Deni, Kamis (25/6/2026).
YKI MITRA STRATEGIS
Deni menilai keberadaan YKI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas informasi kesehatan sekaligus memperkuat pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan.
Ia menegaskan, semakin luas pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pentingnya pemeriksaan dini, semakin besar pula peluang penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih optimal.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan juga sejalan dengan agenda pembangunan Lampung yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas.
“Ini menjadi bagian dari dukungan kita terhadap gagasan dan program Pemerintah Provinsi Lampung yang wajib didukung bersama. Sinergi seluruh elemen diharapkan mampu memperkuat akses layanan kesehatan yang lebih merata, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Deni.
DPRD Lampung berharap kolaborasi penanganan kanker terus diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pengobatan, tetapi juga memperoleh informasi, pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan yang memadai.
Kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Semakin kuat kolaborasi, semakin besar peluang Lampung menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas. (*).












