Perlu Riset Komoditas Unggulan, Pengelolaan Modern, dan Dialog dengan Pedagang
Bandar Lampung — Rencana pembangunan pasar induk di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi perhatian kalangan akademisi. Pengamat kebijakan publik dan akademisi Universitas Lampung, Sigit Krisbiantoro, mengingatkan agar proyek tersebut tidak hanya menjadi program simbolik, tetapi benar-benar dirancang untuk memperkuat sistem perdagangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sigit, pembangunan pasar induk harus dimulai dari perencanaan yang matang, terutama dalam menentukan lokasi yang strategis serta didukung fasilitas memadai bagi pedagang dan konsumen.
“Pembangunan Pasar Induk di Natar harus mempertimbangkan lokasi yang strategis, mudah dijangkau, dan didukung fasilitas yang memadai agar pedagang dan konsumen merasa nyaman dalam melakukan transaksi,” ujar Sigit, Selasa (10/3).
Ia menilai pemerintah juga perlu melakukan riset komprehensif mengenai komoditas unggulan Lampung yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan, baik di dalam daerah maupun ke wilayah lain.
“Perlu ada riset tentang produk-produk unggulan Lampung yang layak dipasarkan serta komoditas yang banyak dibutuhkan pasar. Dengan begitu pasar induk bisa menjadi pusat distribusi yang benar-benar menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.
Selain itu, Sigit menekankan pentingnya inovasi terhadap produk unggulan Lampung agar memiliki keunikan dibandingkan daerah lain serta mampu memberikan kepuasan bagi konsumen.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen pengelolaan pasar yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pengelola pasar harus memahami pengembangan pasar dan memanfaatkan teknologi agar bisa mengantisipasi tren kebutuhan konsumen ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai sistem pengawasan juga harus diperkuat agar transaksi di pasar induk berjalan secara kompetitif dan adil bagi seluruh pelaku usaha.
Menurutnya, penataan kelembagaan yang jelas, mulai dari kebijakan, regulasi, hingga struktur pengelola yang kompeten sangat penting untuk menjamin pengelolaan pasar induk berjalan efektif.
“Sistem pengelolaan pasar induk harus berbasis teknologi agar lebih efisien dan transparan. Di sisi lain, perlu pendekatan kepada pelaku usaha agar menjunjung etika bisnis dan kompetisi yang jujur sehingga tercipta kepercayaan konsumen serta mencegah praktik monopoli,” ujarnya.
Sigit juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka ruang dialog dengan para pedagang sebelum pembangunan pasar induk dilaksanakan.
“Perlu ada dialog dengan para pedagang di Lampung agar pemerintah dapat mengakomodasi kebutuhan mereka. Aspirasi pedagang harus dijadikan landasan kebijakan agar pasar induk benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha lokal,” katanya.
Ia berharap pembangunan pasar induk Natar dapat menjadi pusat perdagangan modern yang mampu memperkuat distribusi komoditas Lampung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan pembangunan pasar induk ini tidak hanya menjadi program simbolik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (*).












