PTPN I–EIGER BANGUN EKOWISATA DI PUNCAK

EIGER Nature Padukan Konservasi, Wisata Alam, Edukasi, dan Pemberdayaan Masyarakat

BANDUNG — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menggandeng PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eiger) untuk mengembangkan kawasan EIGER Nature di kawasan Puncak, Jawa Barat. Kolaborasi ini diarahkan menjadi model ekowisata yang memadukan pemanfaatan aset perkebunan dengan konservasi lingkungan, aktivitas luar ruang, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan kedua perusahaan di Bandung, Jumat (11/9/2026). Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras hadir bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Doni P. Gandamihardja dan sejumlah jajaran perusahaan. Sementara dari Eiger hadir CEO Ronny Lukito bersama sejumlah pejabat utama.

ASET PERKEBUNAN JADI EKOWISATA

Pengembangan EIGER Nature menjadi salah satu opsi PTPN I dalam mengoptimalkan aset perusahaan secara produktif. Sebagai Supporting Co pada Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I memiliki mandat mengembangkan aset dengan tetap mempertimbangkan karakter serta daya dukung lingkungan.

Dalam konsep awal yang dimatangkan, kawasan EIGER Nature tidak hanya diarahkan menjadi destinasi wisata alam. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang yang mempertemukan pemulihan lingkungan, aktivitas luar ruang, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Abdul Rivai Ras menegaskan, pengelolaan aset perkebunan tidak semata-mata mengejar keuntungan ekonomi.

“PTPN I memiliki bentang lahan yang luas dengan beragam potensi. Melalui kolaborasi dengan Eiger, kami ingin mengembangkan pemanfaatan lahan yang memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus menjaga fungsi ekologisnya,” ujarnya.

Menurutnya, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat memiliki fungsi baru tanpa mengorbankan kepentingan konservasi.

RUANG BELAJAR DAN PELUANG EKONOMI

Abdul Rivai mengatakan, EIGER Nature diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan alam. Pada saat yang sama, pengembangan kawasan juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.

“Harapannya, kawasan ini dapat menjadi ruang untuk belajar dan berinteraksi dengan alam sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Dari sisi Eiger, pengembangan kawasan tersebut sejalan dengan pengalaman perusahaan dalam mendorong aktivitas luar ruang yang bertanggung jawab melalui Eiger Tropical Adventure.

Pendiri Eiger Tropical Adventure Ronny Lukito mengatakan, kepedulian terhadap alam harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Menjaga alam perlu diwujudkan melalui aksi nyata. Bersama PTPN I, kami ingin menghadirkan EIGER Nature sebagai ruang yang mempertemukan konservasi, aktivitas luar ruang yang bertanggung jawab, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ronny.

MODEL BARU PEMANFAATAN ASET

Kolaborasi PTPN I dan Eiger selanjutnya akan difokuskan pada pematangan konsep kawasan, mulai dari penataan lingkungan, pengembangan aktivitas ekowisata, program edukasi hingga pelibatan masyarakat sekitar.

Kerja sama ini sekaligus menawarkan perspektif baru dalam pemanfaatan aset perkebunan. Lahan yang belum optimal tidak hanya diarahkan menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan sosial.

Dengan pendekatan tersebut, EIGER Nature diharapkan menjadi contoh pemanfaatan aset perkebunan yang adaptif dan berkelanjutan—menghubungkan kepentingan bisnis, kelestarian alam, aktivitas wisata, serta peningkatan manfaat bagi masyarakat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *