Grebek Suro Jadi Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Persatuan
LAMPUNG SELATAN – Dewan Pimpinan Wilayah Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Provinsi Lampung akan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati HUT ke-46 Pujakesuma yang dirangkaikan dengan Grebek Suro 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan budaya tersebut akan berlangsung di Pendopo Pujakesuma Lampung, Jalan Terusan Ryacudu, Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu malam (1/7).
Pagelaran akan menghadirkan dalang Ki Gondo Sutoto, S.Sn dengan membawakan lakon “Semar Mbangun Padepokan”, yang sarat pesan tentang persatuan, kepemimpinan, dan pembangunan karakter bangsa.
Ketua DPW PKB Pujakesuma Lampung Ki Hi. Nuryono mengatakan, kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum sebagai bentuk komitmen Pujakesuma dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
“Melalui Pagelaran Wayang Kulit yang bertema Lestarikan Budaya, Guyub Rukun, Mbangun Desa Grebek Suro dan Nyawiji Rasa, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan dan mencintai kesenian budaya bangsanya sendiri. Budaya adalah identitas bangsa yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Nuryono, Senin (29/6).
Menurutnya, rangkaian acara akan diawali dengan pembacaan doa oleh Ustaz Imron pukul 19.30 WIB, dilanjutkan laporan ketua pelaksana, sambutan Ketua Pembina Pujakesuma Darmadji CP, sambutan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, penyerahan tokoh wayang, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit hingga dini hari.
Nuryono menjelaskan, Grebek Suro dan pagelaran wayang kulit telah menjadi agenda tahunan Pujakesuma sebagai upaya menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.
“Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi penerus agar senantiasa merawat, melestarikan, dan mencintai budaya bangsanya sendiri. Melalui budaya, semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan akan terus hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena peringatan HUT ke-46 Pujakesuma tahun ini bertepatan dengan datangnya bulan Muharam yang memiliki makna spiritual bagi umat Islam.
“Alhamdulillah, HUT Pujakesuma tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan Muharam. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, sukses, serta membawa keberkahan bagi Pujakesuma dan seluruh masyarakat Lampung,” harap Nuryono.
Melalui pagelaran budaya tersebut, Pujakesuma berharap semangat guyub rukun, pelestarian budaya Nusantara, dan nilai kebangsaan semakin kuat, sekaligus menjadi ruang silaturahmi masyarakat lintas suku dan agama di Provinsi Lampung. (*).












