Alimuddin Tegaskan Pentingnya Ideologi Persatukan Indonesia di Tengah Arus Perubahan

Bandar Lampung – Di tengah derasnya arus perubahan global dan dinamika sosial yang kian kompleks, nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa. Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PAN, H. Alimuddin, S.Pd., turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kota Karang, Minggu (3/5).

Mengusung tema “Pancasila, Warisan Leluhur, Napas Masa Depan, Bangga Jadi Indonesia, Setia Pada Pancasila”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi Universitas Malahayati Nurcholis Majid dan politisi PAN, Herman.

Dalam sambutannya, Alimuddin menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan warisan luhur bangsa yang harus terus dijaga dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila menjadi napas bangsa Indonesia sekaligus penuntun kita yang hidup dalam keberagaman, baik agama, budaya, maupun suku,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menekankan, keberagaman yang dimiliki Indonesia justru menjadi kekuatan besar karena disatukan oleh nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, ideologi ini telah terbukti mampu menjaga keutuhan bangsa tanpa harus memperdebatkan perbedaan latar belakang.

“Karena ada Pancasila, kita tidak memperdebatkan suku apa dan agama apa. Inilah fondasi kuat yang menyatukan kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, para narasumber turut menyoroti pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Mereka menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar konsep teoritis, melainkan pedoman moral yang harus tercermin dalam sikap dan tindakan masyarakat.

Apabila nilai-nilai tersebut diamalkan secara konsisten, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *