// Masjid Al Hijrah Jadi Pusat Pergerakan Rohani Dunia, Pemprov Siapkan Infrastruktur Supermasif //
Lampung Selatan — Provinsi Lampung bersiap menorehkan sejarah keagamaan terbesar di Indonesia. Sekitar 1,5 juta jamaah Tabligh dari lebih 40 negara diperkirakan akan menghadiri Ijtima Ulama dan Jamaah Tabligh Internasional yang digelar di Masjid Agung Al Hijrah, Kota Baru, Lampung Selatan, pada 28–30 November 2025.
Dari lahan kosong 33 hektare itu, jutaan manusia akan berkumpul, beribadah, dan berdakwah, menjadikan Lampung pusat metabolisme iman dunia selama tiga hari.
// Jamaah dari Lima Benua Berkumpul dalam Satu Tanah Lapang //
Jamaah Tabligh, kelompok dakwah yang dikenal dengan kesederhanaan dan pengorbanannya—bahkan rela meninggalkan keluarga untuk berdakwah dengan biaya sendiri—akan datang dari Malaysia, Brunei, Thailand, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Afrika Selatan, Kenya, Tanzania, hingga Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.
Semua datang dengan satu tujuan: memperbaiki diri, memakmurkan masjid, dan menjemput keberkahan dakwah.
“Ini bukan sekadar acara, tapi fenomena rohani global. Para jamaah hadir bukan karena undangan politik, bukan karena hiburan, tapi murni karena panggilan iman,” ujar Firmansyah Alfian, Humas Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025.
Ia menegaskan, “Tidak ada panggung politik di sini. Yang diterima adalah tasbih, bukan spanduk. Semua pejabat yang hadir pun datang sebagai hamba Allah, bukan sebagai tokoh politik.”
// Lampung Siaga Penuh: Dari Jalan Raya Hingga Dapur Umum Raksasa //
Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat seperti “sistem imun adaptif” menghadapi populasi mendadak sebesar satu kota besar.
Jalan-jalan menuju Kota Baru diperhalus dan dibersihkan. Akses Bandara Radin Inten II – Kota Baru (25–30 km) dioptimalkan untuk mencegah kemacetan total.
Jalur Bandar Lampung – Jl. ZA Pagar Alam – Jl. Ryacudu (20 km) disterilkan dari hambatan. Area parkir raksasa, dapur umum, posko kesehatan, hingga jalur evakuasi disiapkan seperti organ-organ vital yang menjaga organisme besar tetap hidup.
“Kami menyiapkan seluruh protokol pengamanan dan layanan publik untuk memastikan jutaan tamu Allah dapat beribadah dengan nyaman dan aman,” ujar pejabat Pemprov.
// Masjid Al Hijrah Disebut Akan Jadi “Organ Pusat” Ijtima Dunia //
Ketika jutaan manusia duduk bersila di tanah, makan dari nampan yang sama, tidur di tenda sederhana, dan mendengarkan ceramah tentang kesederhanaan hidup, kawasan Masjid Al Hijrah akan berubah menjadi matriks jaringan hidup yang berdenyut oleh doa.
“Inilah saatnya Lampung menjadi tempat di mana doa-doa dari jutaan hati naik ke langit secara bersamaan. Sebuah pemandangan yang tidak akan terulang setiap tahun,” kata Firmansyah Alfian.
// Target Besar: 15.000 Rombongan Dakwah Dikirim ke Penjuru Nusantara & Dunia //
Salah satu capaian penting Ijtima Internasional ini adalah pemberangkatan 15.000 rombongan dakwah yang akan “keluar” selama empat bulan ke seluruh Nusantara.
Selain itu, 300 rombongan internasional direncanakan berangkat ke berbagai negara untuk membawa misi dakwah dan keteladanan hidup sederhana.
“Ini bukan hanya perkumpulan. Ini pusat distribusi kebaikan yang Insya Allah menyebar ke seluruh dunia,” ujar Firmansyah.
// Ijtima dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa Digelar Bersamaan //
Selain Ijtima Internasional, di lokasi yang sama akan digelar Tabligh Akbar “Indonesia Berdoa” pada 28–30 Oktober 2025, terbuka untuk seluruh masyarakat umum.
“Kami mengundang masyarakat untuk hadir, merasakan suasana ibadah, dan ikut mendoakan kebaikan bagi bangsa. Acara ini milik umat, tanpa sekat dan tanpa kepentingan apapun,” tutup Firmansyah Alfian. (*).












