Karang Taruna Lampung Gandeng LJK, Kawal Desaku Maju, Buka Akses Modal UMKM Desa

SIGER TARUNA PRENEUR BERGERAK! Pemuda desa didorong menjadi motor penggerak ekonomi melalui literasi keuangan, akses permodalan, digitalisasi, dan investasi aman.

BANDARLAMPUNG — Karang Taruna Provinsi Lampung mulai terjun langsung mengawal program Desaku Maju Pemerintah Provinsi Lampung. Bersama sejumlah lembaga jasa keuangan (LJK), Karang Taruna mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembukaan akses permodalan, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi, hingga pengenalan investasi yang aman.

Langkah perdana dilaksanakan di Desa Bangun Sari, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, dan Desa Tunggul Pewenang, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Kamis (15/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Karang Taruna berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Lampung, dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung, Mico Periyando, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari desa dengan menempatkan pemuda sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Potensi desa yang besar membutuhkan kreativitas, pendampingan, serta akses pembiayaan agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

“Pak Gubernur kita telah menggariskan bahwa pembangunan Lampung harus dimulai dari desa. Ketua Karang Taruna Lampung, Bung WFS, sejak awal terpilih juga sudah menyampaikan komitmen itu. Karena itu, sangat sejalan dengan semangat Karang Taruna yang selalu bergerak di desa-desa,” ujar Mico.

Melalui program **Siger Taruna Preneur**, Karang Taruna berupaya menjembatani kebutuhan pemuda desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan dukungan lembaga keuangan serta pasar modal.

Kolaborasi ini diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami pengelolaan keuangan, memperoleh akses permodalan yang sehat, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Mico mengungkapkan, penjajakan di dua desa tersebut telah mengidentifikasi sejumlah usaha potensial yang masih menghadapi kendala, mulai dari permodalan, akses pasar, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kualitas dan kapasitas produksi.

“Dari kegiatan di dua Desaku Maju ini saja, sudah muncul berbagai jenis usaha yang potensial, tetapi masih mengalami berbagai kendala. Karang Taruna berkomitmen mengawal hingga tuntas berbagai kendala itu,” tegasnya.

Ia berharap keterlibatan lembaga keuangan dapat memberikan pendampingan yang tepat sehingga potensi ekonomi desa tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi usaha yang berdaya saing dan mampu menciptakan lapangan kerja.

“Kepada para pemuda dan penggerak UMKM di Bangun Sari dan Tunggul Pewenang, manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Jangan takut bermimpi besar walau kita memulai dari desa,” pesannya.

Mico juga menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, BEI Perwakilan Lampung, Bank Lampung, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, serta pemerintah desa yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi berbasis desa, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pemuda Lampung untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Desaku Maju. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *