Lampung Selatan — Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan mengawali rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H dengan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, Jumat (27/2/2026). Kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada warga dan pengendara yang melintas di depan kantor partai setempat.
Acara tersebut dihadiri 17 KSB PAC PDIP se-Kabupaten Lampung Selatan, jajaran ranting, badan sayap partai, Fraksi PDIP DPRD Lampung Selatan, serta Anggota DPR RI Dapil Lampung I Mukhlis Basri.
Ketua DPC PDIP Lampung Selatan sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan pengurus sebagai fondasi utama kekuatan partai.
“Silaturahmi harus terus dirawat. Soliditas dan kekompakan pengurus merupakan fondasi utama partai untuk meraih kemenangan pada pemilu mendatang,” ujar Lesty dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk mempererat hubungan antarstruktur partai di tengah suasana Ramadan.
“Ramadan adalah bulan penuh kemuliaan. Ini waktu yang tepat memperkuat nilai kebersamaan sekaligus membangun hubungan harmonis antar pengurus, sehingga semakin memperkuat soliditas internal partai,” tegas anggota Komisi IV DPRD Lampung tersebut.
Senada dengan itu, perwakilan DPD PDIP Lampung, Watoni Noerdin, menyampaikan pesan penguatan organisasi. Ia mengajak seluruh jajaran PDIP Lampung Selatan memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu refleksi dan konsolidasi struktur.
“Di momentum Ramadan ini, saya mengajak seluruh jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan untuk kembali menguatkan barisan dan menjaga soliditas. Fokus kita sekarang adalah membangun kekuatan internal demi kejayaan partai di masa depan,” ujarnya.
Turut hadir jajaran DPD PDIP Lampung lainnya seperti Aribun Sayunis dan Grace P. Nugroho. Kehadiran unsur DPD tersebut sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi vertikal antara struktur provinsi dan kabupaten. Ramadan pun dimaknai bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga periode konsolidasi struktural partai menuju agenda politik mendatang. (*).












