BANDAR LAMPUNG — Keluarga pasien Ny. Linda Wati mengeluhkan lambannya pelayanan di Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Pasalnya, sejak pasien masuk rumah sakit pada Jumat (9/10/2026) menjelang siang hingga tengah malam, sekitar pukul 24.00 WIB, pasien disebut belum mendapatkan kamar rawat inap dan masih menunggu di ruang admission.
Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan bagi keluarga, terlebih pasien direncanakan menjalani operasi mata karena diduga mengalami tumor pada bagian mata.
Suami pasien, Roybomantoro, mengungkapkan bahwa keluarganya telah membawa Ny. Linda Wati ke rumah sakit sejak Jumat menjelang siang. Namun, hingga larut malam, belum ada kepastian mengenai kamar yang akan ditempati pasien.
“Dari siang kami sudah menunggu. Sekitar pukul 13.00 WIB, pihak rumah sakit sudah menghubungi keluarga untuk pengambilan darah pasien. Namun, sampai tengah malam, belum ada tindak lanjut yang jelas terkait kamar rawat inap,” keluh Roybomantoro.
Menurutnya, keluarga berharap pasien segera mendapatkan penanganan dan fasilitas perawatan yang dibutuhkan, mengingat adanya rencana tindakan operasi mata.
Berdasarkan pesan komunikasi yang diterima keluarga, pihak Laboratorium IGD RS Urip Sumoharjo sempat menghubungi keluarga Ny. Linda Wati untuk memastikan posisi pasien dan menyampaikan rencana pengambilan sampel darah.
Pesan tersebut menyebutkan bahwa petugas laboratorium akan melakukan pengambilan darah. Apabila pasien berada di luar ruang IGD, keluarga diminta menghubungi konter Laboratorium IGD.
Keluarga menyebut proses komunikasi mengenai pengambilan darah itu telah berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, hingga malam hari, mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai kamar rawat inap.
“Harapan kami sederhana, pasien bisa segera mendapatkan kamar dan pelayanan yang jelas. Kami datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, apalagi ada rencana operasi,” ujar Roybomantoro.
Keluarga berharap pihak manajemen RS Urip Sumoharjo memberikan penjelasan mengenai keterlambatan penempatan kamar serta memastikan pasien memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medisnya.
BUTUH PENJELASAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT
Persoalan ini membutuhkan klarifikasi dari pihak manajemen RS Urip Sumoharjo, terutama terkait ketersediaan kamar, alur pelayanan pasien dari ruang admission, serta tindak lanjut pemeriksaan laboratorium.
Keterlambatan memperoleh kamar tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran prosedur. Namun, keluarga pasien berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi, tahapan pelayanan, dan rencana penanganan medis pasien.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Urip Sumoharjo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien Ny. Linda Wati. Upaya konfirmasi kepada pihak rumah sakit juga belum berhasil dilakukan. Redaksi masih berupaya memperoleh penjelasan mengenai keterlambatan penempatan kamar dan tindak lanjut pelayanan medis terhadap pasien. Berita ini akan diperbarui setelah pihak rumah sakit memberikan keterangan resmi.
Keluarga berharap kejadian yang dialami Ny. Linda Wati menjadi perhatian pihak rumah sakit sehingga komunikasi dengan pasien dan keluarga, khususnya dalam situasi yang membutuhkan penanganan medis, dapat berjalan lebih jelas dan responsif. (*).












