Sosialisasi PIP-WK di Sukarame, Masyarakat Diajak Jaga Kerukunan dan Bijak Bermedia Digital
BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Sri Ningsih, SH, mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta perbedaan pandangan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
Ajakan tersebut disampaikan Sri Ningsih saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ir. Palgunadi, mantan anggota DPRD Provinsi Lampung, dan Hambali, mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung.
Sri Ningsih menegaskan, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan bangsa.
“Keberagaman harus dikelola dengan sikap saling menghormati. Gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan menghormati hak orang lain merupakan bentuk sederhana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap toleransi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
**BIJAK HADAPI ARUS INFORMASI**
Selain menekankan pentingnya persatuan, Sri Ningsih juga mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di ruang digital.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berpotensi memicu konflik dan merusak hubungan antarsesama.
“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat harus semakin kritis dan bertanggung jawab dengan memilah serta memeriksa informasi. Jangan sampai perbedaan di ruang digital justru menghilangkan persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sri Ningsih berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara positif, menyebarkan informasi yang bermanfaat, serta menghindari ujaran yang dapat menimbulkan perpecahan.
**PANCASILA SATUKAN KEBERAGAMAN**
Sementara itu, kedua narasumber, Palgunadi dan Hambali, dalam pemaparannya menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mereka mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial. Dalam kondisi tersebut, Pancasila menjadi dasar sekaligus perekat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
Melalui sosialisasi PIP-WK ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, serta memperkuat semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Persatuan, menurut pesan utama kegiatan tersebut, harus dirawat bersama. Sebab, perbedaan bukan penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*).












