Bandarlampung — Lahan pekarangan rumah yang semula hanya menjadi ruang kosong disulap menjadi sumber penghasilan. Itulah yang dilakukan Susilowati Urip Sari, nasabah BRI Unit Way Halim, yang secara bertahap mengembangkan usaha rumah kontrakan hingga kini memiliki enam unit.
Bermula pada 2015, Susilowati memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya di Jalan Beringin Gang Sawah Baru No. 11, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, untuk membangun dua petak rumah kontrakan.
Usaha tersebut tidak langsung berkembang dalam skala besar. Susilowati memilih menjalankannya secara bertahap sembari membangun kebiasaan mengelola hasil usaha.
Sejak 2020, ia tercatat sebagai nasabah simpanan BRI dan rutin menyisihkan sebagian hasil usahanya melalui Tabungan BRI Simpedes.
Peluang pengembangan usaha kembali terbuka pada 2023. Masih adanya lahan yang tersedia mendorong Susilowati menambah unit kontrakan dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp85 juta.
Dana tersebut digunakan untuk membangun dua rumah kontrakan tambahan. Jumlah unit yang sebelumnya dua bertambah menjadi empat.
Namun, Susilowati tidak berhenti pada empat unit. Pada 2025, pengembangan kembali dilakukan melalui pembiayaan KUR BRI sebesar Rp90 juta.
Dua rumah kontrakan kembali dibangun sehingga total unit yang dimiliki kini mencapai enam rumah kontrakan.
Yang menarik, seluruh unit tersebut saat ini selalu terisi. Lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi salah satu faktor yang membuat para penghuni merasa betah.
Bagi Susilowati, perjalanan hampir satu dekade mengembangkan kontrakan menjadi pengalaman bahwa usaha tidak harus langsung dimulai dengan modal besar.
Pemanfaatan aset yang tersedia, disiplin mengelola hasil usaha, serta tambahan modal sesuai kebutuhan menjadi bagian dari strategi mengembangkan bisnis secara bertahap.
“BRI sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha. Dari awalnya hanya memiliki dua kontrakan, sekarang sudah menjadi enam rumah kontrakan,” ujar Susilowati dalam siaran persnya,onggu (4/10/2026).
Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana lahan pekarangan dapat diubah menjadi aset produktif apabila dikelola dengan perencanaan yang tepat.
Dari dua unit kontrakan, usaha berkembang menjadi empat unit, kemudian enam unit. Setiap tahap pengembangan dilakukan berdasarkan peluang dan kemampuan usaha.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, mengatakan BRI terus berkomitmen mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dukungan tersebut dilakukan melalui akses layanan perbankan dan pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Menurutnya, perjalanan Susilowati menunjukkan bahwa pengembangan bisnis tidak selalu harus diawali dengan skala besar.
Pemanfaatan aset yang sudah dimiliki, kemudian dikembangkan secara bertahap melalui perencanaan dan tambahan modal usaha, dapat menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas.
Melalui dukungan pembiayaan KUR, BRI berupaya menjadi bagian dari perjalanan pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas bisnis, mengembangkan aset produktif dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
Bagi Susilowati, pekarangan rumah bukan lagi sekadar lahan kosong. Dari tempat tersebut, perlahan tumbuh enam rumah kontrakan yang kini menjadi sumber pendapatan sekaligus bukti bahwa usaha kecil yang dikelola konsisten dapat berkembang menjadi aset produktif bernilai ekonomi. (*)












