Giri Dorong Optimisme, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

Oplus_131072

Ketua DPRD Lampung: Perkuat UMKM, Pertanian, Industri dan Rantai Pasok MBG

BANDAR LAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar mendorong masyarakat tetap optimistis menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global. Menurutnya, penguatan ekonomi desa harus menjadi salah satu fondasi utama menjaga pertumbuhan sekaligus pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Giri saat menjadi narasumber podcast IJP Lampung di Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026). Ia menilai arah kebijakan pemerintah saat ini semakin menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan desa melalui berbagai program strategis.

“Masyarakat desa harus tetap optimistis. Pemerintah sedang membangun ekosistem ekonomi desa dan menjaga agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan masyarakat, baik dari sisi mikro maupun makro,” kata Giri.

Ia menyebut sejumlah program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa. Program tersebut, menurutnya, bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi juga dapat membuka ruang bagi petani, UMKM, pelaku usaha hingga sektor swasta untuk masuk dalam rantai pasok.

Giri juga menyoroti kondisi sektor pertanian di Lampung. Berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah desa, distribusi pupuk dinilai mulai membaik. Ketersediaan pupuk dan harga yang semakin terkendali menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas petani.

“Sekarang pupuk relatif lebih mudah didapat dan harganya mulai terkendali. Ini harus kita jaga agar petani bisa terus berproduksi,” ujarnya.

INFLASI TERKENDALI

Di tingkat daerah, Giri mengapresiasi langkah Pemprov Lampung bersama Satgas Pangan dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga. Ia menyebut inflasi Lampung berada di angka 1,89 persen, disertai kondisi surplus protein hewani maupun nabati.

Menurutnya, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memastikan program pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Giri juga mendorong sektor perbankan memperbesar akses pembiayaan bagi UMKM dan sektor swasta. Pembiayaan yang lebih kuat dinilai mampu mempercepat ekspansi usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

MBG BUKA PELUANG EKONOMI DESA

Lebih jauh, Giri mendorong agar pelaksanaan MBG melibatkan sebanyak mungkin potensi ekonomi lokal. Penyuluh pertanian lapangan (PPL), petani, UMKM dan stakeholder lainnya dapat menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

Ia juga menyebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermitra dengan KDMP dalam mendukung pelaksanaan MBG.

“Kita ingin program nasional ini memberikan efek ekonomi sampai ke desa. Jangan sampai kebutuhan program justru dipenuhi dari luar daerah ketika potensi produksi lokal tersedia,” kata Giri.

Selain pertanian dan UMKM, DPRD Lampung juga terus mendorong penguatan sektor industri dan pengembangan kawasan industri. Investasi dan industrialisasi dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Lampung.

Giri menargetkan hasil pembangunan daerah semakin terasa oleh masyarakat pada pertengahan pelaksanaan RPJMD 2027.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, perbankan, petani, UMKM dan berbagai stakeholder menjadi kunci agar kebijakan pembangunan benar-benar menghasilkan dampak ekonomi.

Terkait stabilitas rupiah, Giri mengingatkan kewenangan menjaga nilai mata uang berada pada Bank Indonesia. Sementara pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran penting dalam memperkuat sektor ekonomi daerah dan mendukung program nasional.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Giri kembali mengajak masyarakat Lampung tidak terjebak pada pesimisme.

“Pembangunan ini harus kita kawal bersama. Masyarakat juga harus aktif mengawasi program pemerintah agar benar-benar sampai dan memberikan manfaat di lapangan,” tegasnya.

Menurut Giri, optimisme masyarakat harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik. Dengan demikian, penguatan ekonomi desa, pertanian, UMKM dan industri dapat menjadi mesin pertumbuhan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *