Promosi Doktor Suparman Arif Hadirkan Dirjen GTK sebagai Penguji Eksternal

Bandarlampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian promosi doktor pada Jumat, 13 Februari 2025. Ujian berlangsung di Aula K FKIP Unila.

Sidang promosi doktor dibuka oleh Prof. Dr. Sunyono, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sebagai perwakilan ketua Tim Penguji, Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D., sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Risma Margaretha Sinaga, M.Hum., selaku Promotor, dan Dr. Dedy Miswar, S.Si., M.Pd., selaku Co-Promotor.

Selain itu hadir pula Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Dr. Viyanti, M.Pd., selaku penguji internal, serta Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., selaku Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru sebagai penguji eksternal.

Pada kesempatan tersebut, Suparman Arif berhasil memaparkan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Transformatif-Historical Consciousness (Trans-His) untuk Meningkatkan Kemampuan Verstehen Siswa SMA di Lampung”.

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan verstehen atau pemahaman mendalam dan empatik siswa SMA dalam pembelajaran sejarah yang selama ini masih didominasi oleh hafalan fakta kronologis.

Data awal menunjukkan sebanyak 70,4% siswa merasa pembelajaran sejarah belum sepenuhnya terintegrasi dengan kemampuan memahami makna peristiwa masa lalu yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Pembelajaran sejarah selama ini cenderung menekankan aspek kognitif semata, sehingga siswa belum optimal dalam memaknai nilai-nilai historis secara reflektif dan kontekstual.”

Model Trans-His yang dikembangkan mengintegrasikan pembelajaran transformatif dan kesadaran historis melalui lima sintaks utama, yakni activating event, identifying current assumptions, encouraging critical self-reflection, encouraging critical discourse, serta opportunity to test new paradigm/perspective.

Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran Trans-His memiliki tingkat validitas isi sebesar 92,35% dan validitas konstruk sebesar 92%, sehingga dinyatakan sangat layak digunakan. Uji lapangan membuktikan bahwa model ini efektif meningkatkan kemampuan verstehen siswa secara signifikan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., memberikan masukan kepada Suparman Arif bahwa rendahnya hasil belajar siswa salah satunya dipengaruhi kompetensi guru yang masih rendah secara nasional, sehingga penelitian lanjutan perlu diarahkan pada penguatan kemampuan guru, termasuk dalam pengembangan bahan ajar dan soal berpikir tingkat tinggi.

Salah satu faktor rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa adalah kompetensi guru yang secara nasional masih rendah. Sebagus apa pun media dan teknologi digital, tanpa didukung kemampuan guru yang memadai hasilnya tidak akan optimal.

“Ke depan, saya berharap penelitian lanjutan dapat mengidentifikasi kompetensi guru yang perlu ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan bahan ajar dan soal berpikir tingkat tinggi.”

Melalui penelitiannya, Suparman Arif menawarkan pendekatan pembelajaran sejarah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan kesadaran historis dan kemampuan reflektif siswa.

Model Trans-His diharapkan mampu mendorong peserta didik menjadi pembelajar aktif yang kritis, empatik, serta mampu mengaitkan peristiwa masa lalu dengan realitas masa kini.

Harapannya gagasan ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik, pengembang kurikulum, dan pengambil kebijakan dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang bermakna.

Melalui model Trans-His, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kemampuan verstehen dan kesadaran historis secara reflektif dan kontekstual sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *