Bandar Lampung – Ramadan 2026 menjadi momentum istimewa bagi tokoh agama Lampung, Maula Ibrahim Murad, yang mendapatkan kesempatan berdakwah di Washington, D.C., Amerika Serikat.
Ulama yang dikenal sebagai KH Maula Ibrahim Murad Al-Hafidz Al-Makky itu hadir sebagai da’i undangan di Imaam Center, salah satu pusat kegiatan umat Islam di ibu kota Amerika Serikat tersebut.
Dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026), KH Maula mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang dinilainya sebagai kehormatan besar, sekaligus amanah dakwah lintas negara.
“Di Washington DC, Amerika Serikat, alhamdulillah Allah izinkan langkah kecil ini menapaki bumi Amerika dalam perjalanan dakwah sebagai da’i undangan di Imaam Center. Sebuah kehormatan besar bisa berdiri di tengah saudara-saudara Muslim di negeri yang jauh dari tanah air, namun begitu dekat dengan Al-Qur’an dan sunnah,” ujarnya.
KH Maula yang juga menjabat Ketua Forum Pemuda Lampung Maju menuturkan, pengalaman berdakwah di Amerika memberinya pelajaran berharga tentang keteguhan identitas umat Islam di tengah masyarakat multikultural dan dinamika kehidupan modern.
“Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan, semangat mereka menjaga shalat berjamaah, menghadiri kajian, dan mendidik anak-anak dengan nilai Islam sungguh luar biasa,” kata Ketua Pemuda Remaja Islam Masjid (PRISMA) Masjid Raya Al-Bakrie itu.
Ia mengaku menyaksikan langsung bagaimana komunitas Muslim di Amerika tetap teguh memegang prinsip, bangga menampilkan Islam dengan akhlak santun, serta aktif membangun komunitas yang kuat dan saling mendukung.
Menurutnya, masjid di Washington DC tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, pendidikan, hingga penguatan ukhuwah Islamiyah.
“Islam di sini hidup bukan sekadar simbol, tapi perjuangan nyata dalam keseharian,” ungkap pengurus Pondok Pesantren Perkemas Natar, Lampung Selatan tersebut.
Perjalanan dakwah ini, lanjut KH Maula, menjadi bukti bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan dakwah tidak mengenal sekat geografis maupun batas negara.
“Perjalanan ini mengajarkan bahwa dakwah tidak mengenal batas negara. Di mana pun kita berada, tugas menyampaikan kebaikan tetap mulia dan penuh keberkahan. Semoga Allah menjaga saudara-saudara kita di Amerika, menguatkan keistiqamahan mereka, dan menerima setiap langkah kecil dalam jalan dakwah ini,” tutupnya.
Langkah KH Maula Ibrahim Murad menapaki bumi Amerika menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung, sekaligus penegasan bahwa dakwah dari daerah pun mampu menjangkau panggung internasional. (*).












