I Ketut Suwendra Serap Aspirasi, Evaluasi Program Aspirasi 2025 untuk Perbaikan 2026 di Tiga Desa

Lampung Utara – Anggota Komisi IV DPR RI Drh. I Ketut Suwendra, MM bersama tim melakukan kunjungan kerja reses serap aspirasi di Kabupaten Lampung Utara, Senin ( 22/12 ). Agenda kerja yang bertepatan dengan hari ibu nasional ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait program aspirasi tahun 2025 dan perbaikan tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, I Ketut Suwendra mendatangi tiga titik di Kabupaten Lampung Utara, yaitu Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungai dan Desa Labuhan Ratu Pasar, Kecamatan Sungkai Selatan.

Kedatangan legislator dari PDI Perjuangan ini disambut begitu antusias oleh pengurus kelompok tani ( poktan ) maupun para petani yang selama ini memperoleh manfaat dari program aspirasi

Di titik pertama, di Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, yang mendapatkan bantuan dari program aspirasi I Ketut Suwendra, adalah poktan Darma Usaha berupa hand sprayer.

Selanjutnya, di titik kedua, Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai. Poktan yang mendapat bantuan, adalah poktan Usaha Tani, Mekar Tani dan Karya Usaha. Adapun bantuan berupa pompa air, hand sprayer dan bibit sayuran.

Kemudian, di titik ketiga, Desa Labuhan Ratu Pasar, Kecamatan Sungkai Selatan. Poktan yang mendapatkan bantuan, antara lain poktan Harapan Jaya II, poktan Sido Makmur II, dan poktan Putra Dewata. Ketiga poktan itu mendapat bantuan hand sprayer, pompa air, dan bibit jagung.

Bantuan aspirasi ini dinilai sangat membantu petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam upaya mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Perwakilan poktan menyampaikan terimakasih kepada pak I Ketut Suwendra.

“Terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah melalui Anggota DPR, I Ketut Suwendra atas bantuannya. Pompa Air, dan alat semprot sangat dibutuhkan, khususnya saat musim hujan,” kata salah satu anggota poktan Desa Ibul Jaya.

Di sela-sela kunjungan, politisi PDI Perjuangan besutan Ibu Megawati Soekarnoputri juga membuka ruang diskusi terkait kondisi pertanian yang dihadapi. Beberapa anggota poktan dan petani menyampaikan keluhan yang sama, tanaman jagung yang ditanam mengalami kematian massal akibat penyakit bule. Akibatnya gagal panen, petani mengalami kerugian, baik materi dan tenaga, dan berdampak terganggunya ketahanan pangan.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan edukasi mengatasi masalah penyakit bule atau mengeluarkan anggaran melakukan penelitian oleh ahli-ahli pertanian agar petani kedepan tidak mengalami hal serupa,” harap masyarakat petani di tiga desa tersebut.

Menjawab keluhan itu, I Ketut Suwendra berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi dan keluhan petani kepada pemerintah pusat khususnya kementerian pertanian sebagai mitra kerja Komisi IV DPR. Ia menyebut sektor pertanian harus mendapat perhatian serius, karena terkait ketahanan pangan.

Pada kesempatan yang sama, I Ketut Suwendra juga menyampaikan, renca program bantuan aspirasi untuk tahun 2026, kepada poktan di desa setempat ataupun di desa lain yang belum pernah mendapatkan bantuan aspirasi dipersilahkan untuk mengajukan bantuan.

“Kepada kelompok tani yang belum dapat bantuan aspirasi, silahkan mengajukan usulan program, tetapi pengajuan harus sesuai dengan program dan ketentuan yang telah ditetapkan, dan program itu menyentuh kebutuhan petani,” tegas S2 Alumni Universitas Bandar Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *